Minggu, 09 November 2025

Resensi Novel: SEPTIHAN

Oleh: Intang Nuraeni
Judul Buku: SEPTIHAN
Penulis: Poppi Pertiwi 
Penerbit: Coconut Books 
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 436 Halaman
Genre: Remaja, Persahabatan, Romansa

Sinopsis Singkat
Buku ini mengisahkan dua tokoh utama: Septian Aidan Nugroho dan Jihan Halana. Septian adalah murid pintar di SMA Ganesha , septian juga berkarakter dingin dan pendiam, dan sekaligus anggota di geng RAVISPA.Jihan, berbeda dengannya , ia ceria, ekspresif, dan sudah lama menyukai Septian. Ia tak menyerah untuk mendapatkan perhatian dan hati Septian meskipun sering ditolak.Konflik, persahabatan, dan perjuangan cinta menjadi inti dari cerita.

Ulasan
Novel Septihan karya Poppi Pertiwi menghadirkan kisah cinta remaja yang manis, lucu, dan penuh makna. Ceritanya berpusat pada Septian Aidan Nugroho, siswa SMA Ganesha yang dikenal dingin, pintar, dan pendiam. Di sisi lain, ada Jihan Halana, gadis ceria dan ekspresif yang diam-diam menaruh hati pada Septian. Meski sering diabaikan, Jihan tetap berusaha menunjukkan ketulusan dan kesabarannya demi mendapatkan perhatian Septian. Poppi Pertiwi berhasil menggambarkan dinamika cinta remaja dengan gaya yang ringan dan menghibur. Hubungan antara Septian dan Jihan terasa alami, lucu, sekaligus menyentuh. Ceritanya juga menampilkan nilai-nilai persahabatan, perjuangan, dan perubahan diri yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini. Bahasanya mudah dipahami dan gaya penulisannya khas anak sekolah, membuat pembaca ikut merasakan lika-liku perasaan para tokohnya. Meskipun beberapa bagian terasa klise dan mudah ditebak, novel ini tetap menyenangkan dibaca karena karakter-karakternya hidup dan menggemaskan. Secara keseluruhan, Septian adalah novel romansa remaja yang hangat, lucu, dan inspiratif. Cocok untuk pembaca muda yang menyukai kisah cinta sekolah dengan sentuhan persahabatan dan pesan moral tentang ketulusan serta keberanian mencintai tanpa pamrih🫣😍

Kelebihan
Bahasa ringan dan mudah dipahami, cocok untuk pembaca remaja.karakter utama kuat dan realistis Septian yang dingin dan Jihan yang ceria menciptakan kontras yang menarik. Mengandung pesan moral positif tentang kesabaran, ketulusan, dan usaha untuk mendapatkan cinta tanpa menyerah. Alur cerita mengalir dengan baik, disertai momen lucu dan mengharukan yang membuat pembaca betah. Menggambarkan kehidupan remaja masa kini dengan konflik yang relevan, seperti persahabatan, perasaan cinta pertama, dan pencarian jati diri. Gaya penulisan Poppi Pertiwi khas dan ekspresif, membuat pembaca mudah terbawa suasana cerita.

Kekurangan
Beberapa alur terasa mudah ditebak, terutama bagian romansa antara Septian dan Jihan.Konflik cerita kurang mendalam, karena lebih banyak berfokus pada kisah cinta dibanding perkembangan karakter secara serius. Beberapa dialog terlalu dramatis, sehingga terkesan berlebihan di beberapa bagian. Tempo cerita agak lambat di tengah kisah, membuat beberapa pembaca merasa jenuh sebelum sampai ke bagian klimaks. Bahasa gaul remaja yang digunakan bisa jadi agak sulit dipahami bagi pembaca yang tidak terbiasa dengan gaya bicara anak SMA masa kini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resensi Buku: Self healing

Oleh:   Fatimah Az Zahrah Judul Buku: Self healing Penulis: Ardhi Mohamad Penerbit: Alvi Ardhi publishing Tahun Terbit: 2021 Jumlah Halaman:...